TriAn BozAan

7M

Mobil Makin Tokcer Dengan Piggyback Mobil Makin Tokcer Dengan Piggyback Mobil Makin Tokcer Dengan Piggback

piggybag1.jpgPada mobil modern perangkat ECU (Electronic Control Unit) bukanlah benda asing lagi. ECU sendiri merupakan processor atau otak dari pengaturan mesin berteknologi injeksi yang mengatur segala hal yang berkaitan dengan kinerja mesin seperti pengapian, torsi, timing injeksi untuk asupan BBM ke ruang bakar.

Saat ini teknologi ECU telah berkembang semakin canggih hingga perangkat ini dapat mendeteksi gejala kekurangan yang terjadi pada mesin seperti terjadinya katup knocking atau mesin ngelitik, akan tetapi perangkat ECU ini tetap mempunyai kemampuan standar rekomendasi pabrikan yang sering kali tidak sesuai dengan keinginan pemilik mobil.

Piggyback, pendukung setia ECU
Piggyback adalah add-on (alat tambahan) untuk merubah alias  memanipulasi data yang akan diproses ECU sehingga dapat mempengaruhi kinerja sistem injeksi pada mesin. Biasanya aplikasi Piggyback didasari pada dua kebutuhan yaitu penghematan konsumsi BBM dan peningkatan tenaga/response mesin. Ada banyak cara untuk mengubah kinerja kendaraan namun Piggyback sering kali menjadi pilihan pertama. Kalau aplikasi Piggyback belum memuaskan ekspektasi, baru modifikasi lainnya dilakukan.

Meskipun ukurannya kecil, banyak hal yang bisa didapat dengan menambahkan Piggyback pada system. Pemasangan Piggyback ini secara teori memang mudah, karena hanya tinggal menghubungkat socket dari Piggyback ke ECU dan kemudian di-setting. Setting dilakukan agar Piggyback dapat memberikan kontribusi positif yang maksimal namun setting pada setiap mobil pasti berbeda, disinilah letak kesulitannya.

Setting-up Piggyback hanya dapat dilakukan oleh ahlinya atau yang biasa disebut tuner dengan menggunakan software khusus lewat komputer ataupun notebook . Dengan memanipulasi data ke ECU inilah maka mesin kendaraan dapat di-setting sesuai dengan keinginan pemilik kendaraan sehingga dapat memaksimalkan penggunaan mesin standar.

dyno-test.jpg

Before and after aplication
Dalam proses aplikasi Piggyback biasanya tuner akan melakukan dynamometer test (dynotest) untuk mengukur kinerja mesin. Cara ini diambil agar tuner dapat mengetahui secara akurat perubahan performa sebelum dan sesudah aplikasi. Proses ini membutuhkan kejelian dan ketelitian tuner agar hasilnya memuaskan. Salah setting malah bisa memperburuk performa mesin dan membuat boros.

Dipasaran telah cukup banyak merek pilihan Piggyback yang tersedia dengan menawarkan fitur dan harga yang berbeda-beda seperti Unichip, Greedy, Apexi, AEM, HKS dsb. Salah satu yang ada dipasaran adalah merk Unichip yang telah mengusung fitur yang mumpuni. Mulai dari kisaran harga 3 hingga 9 juta rupiah untuk segala tipe mesin dapat dimiliki, sekaligus mendapatkan setting yang sesuai dengan keinginan anda.

sumber: situs otomotif

27/08/2009 - Posted by | engine, engine mobil, engine tuning |

1 Komentar »

  1. bagaimana caranya saya bisa belajar tentang ECU dan alat apa saja yang digunakan sebagai penunjangnya ?

    Komentar oleh bagus | 12/12/2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: