TriAn BozAan

7M

Ganti CDI Racing Tambah Tenaga dan Hemat Bensin

Masih tentang hemat bensin. Tes kali ini untuk sobat yang gemar kohar alias korek harian. Paling gampang ganti CDI racing yang tidak berakibat berubahnya aliran gas pembakaran. Enggak perlu ganti spuyer atau pakai knalpot racing. Pake CDI racing tenaga meningkat dan hemat bensin.

Terbukti dari tes Yamaha Jupiter-Z yang CDI-nya standarnya dilengkapi limiter. Sebagai pembanding, dicomot tiga CDI berbeda. Standar bawaan Jupiter-Z, dari dalam negeri dipilih buatan BRT dan dari luar negeri merek Shindengen dari Thailand tipe C 1742 0.7 131.1 RACE.

Sori bukannya pilih-pilih. CDI BRT yang dites lantaran banyak sekali yang pake. Angkanya sudah lewat dari 10.000 pemakai. Jadi buat merek lain, mohon maaf lahir batin sebelum lebaran. Nggak papa kan?

Yamaha Jupiter-Z tanpa mengalami modifikasi mesin dan knalpot tetap standar pabrik. Pinjaman dari MC Racing pimpinan Miekeel Cahyanto di Komp. Griya Permata, Blok A3/6, Petir Cipondoh, Tangerang. Dia juga didaulat sebagai saksi agar tes dianggap fear yang bukan Fear Factor acara televisi itu.

Kondisi mesin dibuat statis dan dikipasi seperti di laboratorium termodinamika. Dijaga 6.000 rpm seperti bergasing di jalan raya. Tidak digas penuh sebelum mencapai limiter. Pertimbangannya pemakai jarang sekali bermain di rpm tinggi dan demi keamanan mesin yang dikhawatirkan jebol.

Pilihan bensin diambil dua jenis, Premium dan Pertamax. Ditakar gelas sebanyak 100 cc untuk tiap sesi pengetesan. Serta dicatat berapa lama mesin dapat hidup menggunakan CDI berbeda. Ayo simak hasilnya. Andry, Dagu, Dombos, Aong

Premium

CDI Standar Jupiter-Z

Dilakukan pada sesi pertama dan mesin dipanaskan lebih dulu. Premium dalam tabung infus yang ditakar 100 cc terisap mesin dalam waktu 7 menit 7,23 detik.

CDI Shindengen Thailand

Pakai CDI impor dari Thailand. Hasilnya mesin dapat hidup selama 8 menit 17,90 detik. Efisiensi Premium yang didapat sebesar 15,55 persen.

CDI BRT Cibinong

Coba dipasang CDI racing bikinan lokal. Buatan BRT atau CDI Cibinong. Mesin dapat hidup selama 9 menit 13,80 detik. Persentasenya dapat mengirit Premium sampai 29,14 persen.

Pertamax

CDI Standar Jupiter-Z

Tetap pakai CDI orisinal untuk sesi pertama dan mesin dipanaskan dulu. Takaran bensin sama 100 cc. Mesin dapat dapat hidup selama 7 menit 30,45 detik.

CDI Shindengen Thailand

Pakai CDI Thailand Shindengen mesin dapat beratahan hidup selama 8 menit 17,90 detik. Dapat menghemat konsumsi Pertamax sampai 11,97 persen.

CD BRT Cibinong

CDI Cibinong mengantar mesin bertahan hidup selama 8 menit 13,92 detik. Pengiritan Pertamax sampai 11,43 persen.

KESIMPULAN

Aplikasi CDI racing Cibinong bisa lebih irit lantaran timing pengapian disesuaikan dengan permintaan mesin dan kondisi bahan bakar. Pakai Premium bisa lebih hemat sebab waktu pengapian diset untuk oktan rendah.

CDI racing Sindengen kalah irit lantaran timing pengapian diset untuk bahan bakar dengan oktan tinggi. Kompresi mesin tinggi dan minimal kudu nenggak bensol.

sumber: klik disini

20/08/2009 - Posted by | modifikasi |

2 Komentar »

  1. mau tanya itu pakai BRT yg apa ya?
    dual band?

    Komentar oleh Yudanto Budi Prastowo | 05/05/2011 | Balas

    • hampir semua CDI racing sama, cuma beda tifisss…
      aku coba yg hyperbnd ma CDI Varro.

      perlu di ingat: CDI Racing (non orsi) akan brpengaruh sgnfikan trhdap mesin mtor yg sudh mgalami rombakan mesin.

      Komentar oleh hpqu | 26/08/2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: