TriAn BozAan

7M

Pembuktian 3 Faktor Penentu Balap

Seri III IndoPrix 2009, Kenjeran
2009-06-12 17:46:26

2328indoprix-yudi-1.jpgSeri III IndoPrix 2009 di Kenjeran dimulai dengan kejutan soal regulasi. Balapan nasional yang biasa digelar 20 lap, Minggu (7 Mei) lalu bertambah 50%, jadi 30 putaran. Dan ini membuat kombinasi tiga faktor penentu kemenangan kian jelas. Power mesin putaran bawah ke menengah, sasis yang agresif dan kekuatan pembalap menekuk tikungan.

Panjang Kenjeran yang sejatinya cuma 900-an meter dijejali 11 kelokan, teramat rapat. Power mesin puncak sangat jarang dipakai. “Mesin yang mengail tenaga di rpm tinggi malah sulit berkembang. Karena joki harus mengatur agar 2329indoprix-akiang-yudi-1.jpgputaran mesin nggak drop di tiap tikungan. Dengan tikungan rapat, amat sulit menjaga rpm di atas,” jelas Ibnu Sambodo, mekanik tim Kawasaki elf IRC NHK Rextor M-Tech yang merasa terkutuk tiap tampil di Kenjeran. Power motor racikannya yang bertenaga di putaran atas sulit maksimal di sana.

Alhasil, motor dengan langkah piston alias stroke panjang punya nilai plus. Torsi untuk dongkrak tenaga di rpm bawah lebih besar dari motor dengan stroke pendek. Terbukti dengan Supra X tunggangan M. Nurgianto yang dibekali stroke 57,9 mm mampu menggebrak di Kenjeran. Sementara Shogun 125 hanya 55,4 mm, sedang Jupiter 54 mm atau Athlete 50,6 mm. “Ditambah rasio putaran kem dan teknologi roller kem, bikin mesin lebih enteng,” jelas Akiang, mekanik Honda Banten yang namanya mulai naik daun di kancah balap kejurnas.

2330indoprix-anto.-yudi-1.jpgMungkin hanya masalah sasis Supra X 125 yang belum sempat disentuh Akiang, sehingga M. Nurgianto sering melebar terus di tikungan. “Roda belakang geser terus, kalau dipaksa masuk lebih dalam,” jelas M. Nurgianto yang akhirnya merasakan podium ketiga di race II IP2-125cc.

Masih untung M. Nurgianto yang membela tim Honda Banten punya badan kayak badak. Dengan postur kokoh, doi bisa tekuk setang Supra X 125 mengikuti arah racing-line yang benar. Ini juga terjadi pada dua joki yang biasa berprestasi di Kenjeran, M. Fadli dan Hokky Krisdianto. Mereka terkenal kokoh dalam menekuk setang.

Fadli dan Hokky dominan mengatur jalannya balap di IP2. “Shogun cukup main aman di Kenjeran. Sejak 2007 kami punya data yang selalu menguntungkan buat pasangan Fadli dan Wahyu Widodo. Tapi, kita harus jaga kompresi di 13,5 : 1 dan naikin main-jet 5 angka, agar mesin nggak overheat menuntaskan 30 lap,” papar Hasyim Sonedi, mekanik tim Suzuki IRC U-Mild AHRS.
2331indoprix-fadli-yudi-1.jpg
Beda dengan trik Benny Djatiutomo mendongkrak power Jupiter tim Yamaha Petronas FDR Star. Jupiter kudu pakai kompresi lebih tinggi untuk mengakali tenaga di putaran bawah. Hanya dia satu-satunya mengaplikasi perbandingan 14 koma sekian di Jupiter. “Risikonya memang lebih tinggi. Tapi Hokky tau sampai di mana limit motornya,” tukas Benny.

Selain itu, sasis Jupiter terkenal paling cocok karakter kenjeran. Dengan tambahan 10 lap berarti joki kudu siap meliuk 11 kali 30 putaran, alias 330 kali tekuk setang. Dan Jupiter sangat andal di tikungan. “Motor bisa masuk lebih dalam tiap tikungan. Jika salah jalur karena masuk terlalu dalam, bisa dikoreksi dengan rem dikit. Sehingga pas keluar tidak terlalu out,” ungkap Hokky.

Ini dia yang apes buat Ibnu dan Hadi Wijaya yang harus mengendalikan Kawasaki Blitz dan Athlete. Dari wheelbase Blitz sudah lebih panjang 3 cm ketimbang Smash. Apalagi Athlete yang mengaplikasi peredam kejut monosok di belakang, sekitar 5 cm lebih panjang dari Jupiter.

Postur Hadi paling mungil dibanding 3 jagoan Suzuki, Yamaha dan Honda untuk mengajak Blitz rebah. “Saya seperti dikendalikan oleh motor. Mau diajak belok, malah saya yang diseret untuk lurus. Ini jadi peer buat kita,” sadar Hadi yang harus kehilangan banyak poin di Kenjeran.

HASIL LOMBA

RACE 1

IP1-110cc
1.Hokky Krisdianto (57) Jateng Yamaha Petronas FDR Star Jupiter
2.H. Yudhistira (33) Kalsel HRVRT BGM-HBM IRC Jupiter
3.Sigit P. D. (63) DIY Yamaha TDR Indopart FDR Yonk Jaya Jupiter
4.Achmad Kohar (30) Jabar Suzuki Top1 BRT SHC FDR Chia-Felix Smash
5.Owie Nurhuda (21) Jabar Suzuki Top1 BRT SHC FDR Chia-Felix Smash

IP2-125cc
1.M. Fadli (162) DKI Suzuki IRC U-Mild AHRS Shogun
2.Hokky Krisdianto (57) Jateng Yamaha Petronas FDR Star Jupiter
3.Denny Triyugo (96) Jatim Yamaha Petronas FDR Star Jupiter
4.Sigit P. D. (63) DIY Yamaha TDR Indopart FDR Yonk Jaya Jupiter
5.M. Nurgianto (97) DKI Honda Banten NHK FDR Supra-X

Klasemen Sementara

IP1-110cc
1. Hokky Krisdianto (57) 109
2. Hadi Wijaya (7) 69
3. Achmad Kohar (30) 68
4. Sigit P. D. (63) 66
5. Wahyu Widodo (16) 58

IP2-125cc
1. Rei Ratukora (22)** 86
2. Denny Triyugo (96) 80
3. Hokky Krisdianto (57) 66
4. Irwan Ardiansyah (75) 61
5. Dedy Permadi (45) 54

Penulis/Foto: Aries/Yudi

sumber: motorplus-online

15/08/2009 - Posted by | road race | ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: